Bahagia kita.
Oleh DO
'Hai, Apa kabar? Sudah lama tak bertemu!'
Untaian kata yang meracuni khayalanku.
Bukan itu, sayang.
'Aku merindukanmu! benar-benar merindukanmu!'
Inilah hentakan nafas yang ingin terdengar jelas untukmu.
Aku tahu, kau jauh lebih baik sekarang
Karena akupun begitu.
Percayakah kamu?
Aku menjadi kamu dan kamu menjadi aku,
tetapi kita tak pernah melepas rindu.
Aku merindukanmu, sayang!
Aku sendiri, bukan meragukanmu.
Aku terlalu membenci diriku
yang telah gagal melindungi mimpimu.
Jarak yang terbentang
Tak pernah menyinari rinduku
Apakah menyapa rindumu?
Bahagiakah kamu sekarang?
Begitu harapku, yang membutuhkanmu.
Tidak apa-apa,
Semua akan baik-baik saja.
Datanglah kemari, sayang
Sesekali saja.
Aku menantikan lekungan garis senyummu
Karena aku,
Aku runtuh, hanya tak terlihat
Aku rapuh, tawa yang terlihat.
Jalur harapanmu tentu tak seindah dugaanku,
Aku tahu kamu akan kuat
Ingatlah aku, sayang!
Aku disini
Pundakku jadi tonggak arah pulangmu.
Semoga aku, kamu, kita
Berjalan, meninggalkan
Luka dan kecewa
dan Menemukan titik
Bahagia kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar