Sabtu, 23 Juli 2022

Bahagia kita.

 Bahagia kita.

Oleh DO

'Hai, Apa kabar? Sudah lama tak bertemu!'

Untaian kata yang meracuni khayalanku.

Bukan itu, sayang.

'Aku merindukanmu! benar-benar merindukanmu!'

Inilah hentakan nafas yang ingin terdengar jelas untukmu.


Aku tahu, kau jauh lebih baik sekarang

Karena akupun begitu.

Percayakah kamu?

Aku menjadi kamu dan kamu menjadi aku, 

tetapi kita tak pernah melepas rindu.


Aku merindukanmu, sayang!

Aku sendiri, bukan meragukanmu.

Aku terlalu membenci diriku

yang telah gagal melindungi mimpimu.


Jarak yang terbentang

Tak pernah menyinari rinduku

Apakah menyapa rindumu?


Bahagiakah kamu sekarang?

Begitu harapku, yang membutuhkanmu.

Tidak apa-apa, 

Semua akan baik-baik saja.


Datanglah kemari, sayang

Sesekali saja.

Aku menantikan lekungan garis senyummu

Karena aku,

Aku runtuh, hanya tak terlihat

Aku rapuh, tawa yang terlihat.


Jalur harapanmu tentu tak seindah dugaanku,

Aku tahu kamu akan kuat

Ingatlah aku, sayang!

Aku disini

Pundakku jadi tonggak arah pulangmu.


Semoga aku, kamu, kita

Berjalan, meninggalkan

Luka dan kecewa

dan Menemukan titik 

Bahagia kita.


Bahagia kita.

 Bahagia kita. Oleh DO 'Hai, Apa kabar? Sudah lama tak bertemu!' Untaian kata yang meracuni khayalanku. Bukan itu, sayang. 'Aku ...